Tradisi ‘Kawin Tangkap’ Cederai Nilai Luhur Adat dan Budaya

Sumba – Pemerintah berharap tradisi ‘Kawin Tangkap’ tidak lagi terjadi di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tradisi itu, kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati sangat merendahkan hak-hak perempuan. Selain itu juga mencederai nilai-nilia luhur dalam adat dan budaya.

Hal itu ditegaskan Gusti Ayu ketika kunjungan kerja plus menyaksikan penandatanganan deklarasi anti kekerasan perempuan dan anak yang dihelat di aula sekretariat daerah Kabupaten Sumba Timur, Kamis (2/7) lalu.

“Hari ini kita sama-sama dengar dari tokoh adat, tokoh agama dan juga pemerintah bahwa perilaku kawin tangkap yang sempat viral lalu itu bukanlah budaya Sumba, itu menjadi kata kuncinya. Kita juga tadi sudah sama-sama menyaksikan penandatanganan kesepakatan bersama dimana salah satunya dinyatakan tentang perlindungan perempuan dan anak,” papar Gusti Ayu usai penandatangan deklarasi oleh empat bupati se-Pulau Sumba, tokoh adat, tokoh agama dan juga Menteri PPPA.

Lebih jauh ia mengatakan perlunya peran sejumlah pihak, dan tentunya sinkronisasi antara pemerintah Kabupaten, provinsi dan tentunya pemerintah pusat.

“Saya juga akan koordinasikan dengan kementerian dan lembaga terkait. Semuanya untuk mengakhiri kejadian-kejadian seperti yang viral beberapa waktu lalu. Harapannya kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak lagi terjadi di Sumba juga di seantero nusantara,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here