Sungguh Mulia, Komunitas Wartawan Ini Salurkan Bantuan 8.000 Kacamata Antidebu untuk Pengungsi Erupsi Semeru

Sejumlah wartawan yang tergabung dalam Komunitas Pewarta Hiburan Indonesia (KoPHI) menyalurkan bantuan untuk pengungsi korban erupsi Gunung Semeru di Dusun Renteng, Desa Sumberluwuh, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur.

Bantuan diserahkan KoPHI atas dukungan pengusaha Reza Paten, Perkumpulan Perusahaan Multimoda Transport Indonesia (PPMTI), Yayasan EMI dan Malang Strudel di Lumajang, Sabtu (26/3/2022). Bantuan yang diserahkan KoPHI ke pengungsi erupsi Gunung Semeru berupa kacamata antidebu yang sangat dibutuhkan masyarakat dalam beraktifitas sehari-hari.

Kacamata berjumlah 8.000 lebih ini diserahkan ke seluruh warga dengan bantuan Nurholis Koordinator Relawan Kaki Gunung Semeru (REKGS) dan Jaga Semeru. Tidak hanya kacamata antidebu saja, bantuan berupa vitamin, masker dan juga kue Malang Strudel juga diberikan KoPHI ke para pengungsi yang kini menetap di rumah sementara, akibat rumah mereka rusak parah, tertimbun lahar dan pasir semeru sehingga belum bisa ditempati

“Kami berharap bantuan ini berguna dalam meringankan beban para pengungsi korban letusan Gunung Semeru. Kacamata antidebu yang dibutuhkan semoga bisa digunakan sehari-hari untuk bapak dan ibu serta anak-anak yang sudah masuk sekolah,” kata Benny Benke, Ketua KoPHI, saat menemui perwakilan pengungsi difasilitasi Nurcholis, Ketua Kaki Gunung Semeru (REKGS) dan Relawan Jaga Semeru.

Meski hujan abu letusan Semeru masih sering datang di pagi dan sore hari, niat baik atas nama kemanusiaan itu terus dilakukan.

“KoPHI yang datang dari Jakarta terus bergerak demi kemanusiaan untuk membantu sesama yang membutuhkan,” ujar Abdullah Arey Arifin, Pembina KoPHI.

Sebanyak 24 kepala keluarga menerima bantuan tersebut mewakili warga terdampak erupsi di Lumajang. Sampai saat ini banyak orang masih mengungsi dan tinggal di rumah semi permanen yang dibangun sementara di jarak aman dari lereng gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.

Sebagian pengungsi yang awalnya ada di tenda-tenda darurat kini dipindahkan ke rumah kontrakan yang ada di sekitar Desa Kebondeli Utara, Sumberwuluh, Lumajang. Nurcholis berterima-kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan KoPHI untuk warga terdampak semburan erupsi Semeru.

“Kacamata seperti ini sangat dibutuhkan warga dan melindungi mata mereka akibat hujan abu yang sampai sekarang ini masih terus terjadi. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk kami,” kata Nurcholis.

Reza Paten, pengusaha asal Surabaya, Jawa Timur, yang menetap di Jakarta, mendukung gerakan KoPHI yang turun langsung ke lokasi pengungsian erupsi Semeru. Reza Paten bahkan memberikan bantuan dana sebesar Rp 100 juta.

“Waktu kejadian (erupsi Semeru), saya dapat informasi terkait kondisi pengungsi. Saya langsung kontak kawan untuk mencari tahu relawan yang turun ke lokasi bencana,” kata Reza Paten.

“Saya percayakan kepada KoPHI untuk menyampaikan niat saya yang memberikan bantuan ke korban yang ada di lokasi pengungsian,” kata Reza Paten.

Reza Paten tergerak berdonasi karena berasal dari Surabaya dan punya kedekatan emosional melihat saudaranya yang terkena dampak dari erupsi Semeru.

Pengusaha milenial ini mengapresiasi langkah KopPHI yang terjun langsung ke lokasi bencana. “Saya akan berusaha terus membantu sesama,” kata Reza Paten.

Siti Ariyanti, Ketua Perkumpulan Perusahaan Multimoda Transport Indonesia (PPMTI) dan Satas Komisaris Transportindo International (STI), senang dan terharu saat bisa membantu meringankan beban sesama yang sedang membutukan uluran tangan.

“Semoga kondisinya segera normal supaya mereka bisa bekerja dan beraktifitas seperti sedia kala,” kata Siti Ariyanti.

“Tim CSR kami mendukung langkah KoPHI dalam membantu sesama. Kami kirimkan kue Malang Strudel untuk bisa dinikmati para pengungsi. Kami berdoa untuk para pengungsi agar selalu diberi kekuatan menghadapi ujian ini,” kata Wisnu mewakili timnya dari Malang Strudel.

Pengungsi korban erupsi Gunung Semeru yang terjadi sejak awal Desember 2021 itu diperkirakan mencapai 9.754 jiwa yang tersebar di 141 titik di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button