Ratu Meta

Jakarta, beritakin.com | Pandemi Covid-19 berimbas pada tepuruknya seluruh aktivitas perekonomian, tak terkecuali bisnis kuliner. Tentunya menjalani usaha kuliner ditengah suasana yang kurang kondusif ini juga memiliki tantangan tersendiri. Apalagi ketika wabah Corona gelombang kedua memakan banyak korban dan pemerintah makin mengetatkan PPKM , yang berimbas pada omset usaha resto Ratu Meta seperti Share Loc Caffe dan Seafood Teh Mpop yang semakin menurun dan membuatnya kelimpungan

“Kalau secara bisnis, sebenarnya tidak sehat, tapi mau ditutup, kasihan 16 karyawan ku yang menggantungkan hidup dari usaha resto ku. Akhirnya tetap aku jalankan, yang penting bisa menggaji karyawan dan membayar cicilan,” ujar Ratu Meta ketika dihubungi beritakin.com via ponselnya.

Beruntung pelanggannya tetap menyambangi resto yang buka di kampung halamannya, Kerawang. Meski dengan cara take away.

“Alhamdulillah pelanggan masih tetap setia, meski income masih jauh dari harapan. Tapi mau apalagi, sekarang kita terus berdoa agar wabah Corona bisa segera berlalu” kata pemilik  Resto Share Loc Caffe dan Seafood Teh Mpop..

Meski usahanya mengalami penurunan omzet, tidak membuat pemilik single ‘Goyang Handphone’ ini membabi buta untuk mengejar omset dengan cara membuka restoran nya dengan melanggar Protokol Kesehatan.

“Karena saya juga ikutin peraturan Protokol Kesehatan, jadi nggak pernah dapat teguran apalagi sampai ditutup dan kena denda. Itulah pentingnya kita patuh dengan peraturan pemerintah,” tegas Ratu Meta.

Sambil terus bertahan bisnis restoran, Ratu Meta tetap menjaga eksistensi di dunia tarik suara dengan tetap memproduksi single-anyar nya dan kini ia tengah persiapan syuting videoklip single terbarunya yang bertajuk ‘Rahasia Di Belakangku’. Tapi lantaran pemerintah menerapkan PPKM secara ketat maka, syuting video klip ditunda.

“Demi keselamatan dan kesehatan bersama ya, mendingan syuting ditunda.” Pungkas Ratu Meta. (ONE – Buyil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here