Prestasi Dalam Sejarah Di tengah Pandemi Covid-19. INDONESIA Keluar Dari Resesi

Jakarta, beritakin – Kabar baik, Indonesia resmi lepas resesi di kuartal II 2021. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II – 2021 mencapai 7,07% dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau year on year (yoy). Secara qtq ekonomi tumbuh 3,31%

Hal tersebut sesuai dengan rilisan dari Badan Pusat Statistik (BPS)yang mengungkapkan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II (Q2) 2021 yang tumbuh positif 7,07 persen secara tahunan atau year on year (YoY). Dengan begitu Indonesia berhasil lepas dari jurang resesi yang sudah terjadi sejak kuartal III 2020.

Perekonomian Indonesia yang diukur dari PDB atas dasar harga berlaku mencapai Rp 4175,8 triliun dan atas dasar harga konstan Rp 2.772,8 triliun.

Menurut Kepala BPS Margo Yuwono, perbaikan penanganan pandemi jadi catatan utama dari pemulihan sektor ekonomi di kuartal II 2021.

“Perbaikan penanganan pandemi Covid-19 pada Q2 2021 juga tunjukan adanya perbaikan. Dengan semakin masifnya masyarakat penerima vaksin, kasus harian juga lebih rendah dibanding kuartal I 2021,” jelasnya dalam sesi teleconference, Kamis (5/8/2021).

“Artinya, dalam situasi tersebut meningkatkan kepercayaan diri masyarakat, sehingga mobilitas masyarakat meningkat dibanding Q1 maupun Q2 2020,” tegas Margo.

Memang di triwulan kedua tahun ini. Penyebaran varian baru Covid-19 turut mempengaruhi pergerakan masyarakat. Yang mana imbas dari kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat lebih banyak dilakukan di rumah atau work from home (WFH).

Namun akselerasi vaksinasi hingga penyediaan alat kesehatan yang lebih masif ikut menumbuhkan kepercayaan pada masyarakat untuk meningkatkan mobilisasi, sehingga Indonesia resmi lepas resesi di kuartal II 2021.

Aktivitas masyarakat pada April hingga Juni juga mengalami peningkatan seiring dengan rendahnya kasus penyebaran covid dan masifnya vaksinasi. Sehingga berpengaruh besar terhadap konsumsi rumah tangga.

“Jadi saya ingin katakan, mobilitas masyarakat jauh lebih bagus kalau dibandingkan Q2 2021 maupun Q2 2020,” jelas Margo Yuwono.

Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, memperkirakan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 7 persen pada kuartal II-2021. Prediksi ini mengacu pada kondisi perekonomian Indonesia yang mulai menunjukkan tren membaik.

“Meningkatnya mobilitas masyarakat pada kuartal II/2021 mendorong kenaikan permintaan yang berpengaruh pada kredit yang mulai mencatatkan pertumbuhan cukup tinggi di Juni 2021 sebesar 1,83 persen (ytd), sehingga prediksi pertumbuhan ekonomi di kuartal II/2021 sebesar 7 persen dapat tercapai,” ungkap Wimboh, seperti dikutip Kamis (5/8/2021).

Namun, Wimboh mengakui bahwa meningkatnya kasus aktif pada Juni 2021 menahan kembali aktivitas masyarakat. Ini tercermin pada turunnya kenaikan aktivitas masyarakat dari 6,7 persen di Mei 2021 menjadi 5,2 persen. “Ini dapat sedikit berpengaruh terhadap prediksi semula,” lanjutnya.

Kembali menurut Wimboh, jika efektivitas pelaksanaan PPKM level 4 yang disertai peningkatan distribusi dan pelaksanaan vaksinasi Covid 19, serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan, akan dapat mengakselerasi pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat kedepan. (ONE) | Foto: Google.co.id

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here