Media Pesantren ,Gaungkan Ambil Peran Jangan Baperan.

beritakin.com .Media sosial merupakan hal yang tidak asing lagi bagi setiap orang. Banyak manfaat yang dapat diambil dari penggunaannya. Bukan hanya sebagian orang tetapi lembaga lembaga pendidikan termasuk pesantren juga mempunyai keterkaitan dengan media sosial.

Kehadiran media sosial membawa pengaruh besar bagi lembaga pendidikan khususnya pesantren, serta mengubah cara berpikir mereka bahwa di era digital diharuskan lebih kreatif dan inovatif dalam mempublikasikan suatu informasi.

Media Sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, forum dan dunia virtual. Dalam dunia pendidikan media sosial pun ikut berperan penting dalam peningkatan mutu dan kualitas lembaga.

Beberapa media sosial yang dapat berperan dalam dunia pendidikan yang mampu memicu kualitas lembaga diantaranya adalah Facebook, Twitter, instagram, Blog, dan Youtube. Kualitas pesantren bisa terlihat lebih baik saat memanfaatkan media sosial semaksimal mungkin, dengan cara tersebut dunia akan lebih mengerti tentang lembaga yang dikelola oleh sebuah pesantren.

KH. Muhsin ‘Abdillah dalam sambutannya beliau teringat akan satu ayat dalam Al Qur’an yakni :
إِنَّ ٱلصَّفَا وَٱلْمَرْوَةَ مِن شَعَآئِرِ ٱللَّهِ

surat-al-baqarah-ayat-158.

“Sesungguhnya shoffa dan marwah adalah sebagian syi’ar Alloh”, beliau berpesan bahwa dunia digital di era saat sangat penting terlebih banyak sekali aqidah-aqidah islam yang sudah terbit di dunia digital dan bukan dari kalangan kita, jangan sampai kita kalah syi’ar dengan qoum minhum yang telah melejit namanya didalam dunia yang tak kasap mata ini.

Dalam acara tersebut Agus M. Ali Wafa yang telah terpilih menjadi Pembina MPL juga menambahkan dan memberikan suport bahwa menurut pengalaman beliau yang pernah menjadi salah satu tim Multimedia Pesantren di Jawa Timur; ” Jangan cinta pada matahari ketika hanya sunset dan sunrise nya saja dalam arti ketika Menjadi Tim Multimedia harus kreatif dan istiqomah, tidak boleh diawal kita semangat ditengah ketika melemah kemudian diakhir kita ketinggalan”

Agus Zuhud yang merupakan kakak dari Agus Wafa berharap agar Tim Multimedia Pesantren ini dapat langgeng, maju dan terus maju. Kemudian Agus Hisyam juga menambahkan bahwa tujuan adanya multimedia ini tidak lain tidak bukan hanya untuk da’wah dan memperkenalkan agama Islam agar ajaran-ajaran yang islam yang diwariskan oleh ulama tidak luntur, bahkan tergeser oleh qoum minhum dan tenggelam di dunia digital.

“Ambil Peran Jangan Baperan” Ini slogan MPL yang merupakan arahan dari salah satu Tim AIS Nusantara Ahmad Ibnu Hanif.

Berawal dari hal tersebut, dan berhubung jumlah Pondok Pesantren yang ada di Provinsi Lampung sudah terhitung ratusan, maka dari itu Pondok Pesantren Darussa’adah Mojo Agung Lampung Tengah dan Pondok Pesantren Tri Bakti At Taqwa Lampung Timur yang memprakarsai MPL (Media Pesantren Lampung) dan mengadakan KOPDAR PERDANA MPL LAMPUNG dengan beberapa faktor, yakni :

1. Meninjau deri media” pesantren jawa yang sudah ada komunitas dimana dalam satu tahun sekali ada penghargaan untuk media pesantren yang aktif bersiar, Dan itu bisa menunjang semangat dalam bersilaturrahim dan saling mengeratkan dalam konten masing-masing pesantren.
2. Yang sering dialami dari sebagian tim media pesantren yaitu membutuhkan bantun dalam suatu acara dipesantren karena kurang nya teman-teman media, sedang kan yang diliput cukup banyak.
3. Sebagai ajang silaturahim bagi para santri antar pesantren
4. Karena syiar media sekarang merajalela, kita tetep berpositif tingking untuk membangun sama lain dalam ikut memperjuangkan Aqidah ke NU an.( MPL).

 

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button