Lagi-lagi Mafia Tanah Berkeliaran Dikota Makassar Dan Sekitarnya

Makassar, Beritakin | Mansyur disinyalir menjadi korban salah satu perusahaan yang diduga adalah bagian dari komplotan Mafia Tanah.

Saat ditemui awak media, Mansyur selaku anak dari beberapa bersaudara yang telah merasa dikesampingkan haknya atas tanah miliknya sekaligus menjadi korban, mengatakan bahwa semua saudaranya terlibat dalam penjualan dan pembelian tanah yang secara hukum memiliki hak yang sama namun namanya dikesampingkan sementara nama pada Sertipikat masih atas nama Manysur dan diduga ada komplotan mafia.
Lanjut mengatakan “bahwa kami menduga oknum tersebut adalah komplotan mafia karena di duga di dalamnya adalah Seorang ASN aktif yang merangkap jadi komisaris, juga ada Notaris dan Kuasa Hukumnya, yaitu (Thafidz Land) dimana pada saat sudah mau transaksi nama saya ada namun saat pembayaran nama tidak ada, sebagaimana ditegaskan oleh salah satu saudara saya ini (HA) di hotel Paramont, saat ditemui bersama Kuasa Hukum saya dan juga pihak dari perusahaan Thafidz Land, dan ini akan jadi tanda tanya besar.”, papar Mansyur, kepada beritakin.com (23/02/2023)

Perusahaan yang berkedok Syariah tersebut, di duga terdapat di dalamnya adalah ASN aktif yang telah menggandakan tugas sudah jelas melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Ditambahkan oleh salah satu pemerhati masyarakat, Kami berharapa hukuman disiplin berat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c diantaranya dapat dilaksanakan :

1.penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun;

2.pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah;

3.pembebasan dari jabatan;

4.pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS;

Dan besar harapan kami adalah bagaimana pemerintah bisa menyikapi oknum ASN, Oknum Notaris, yang diduga telah lama memainkan data-data  masyarakat awam terkait hukum hingga memanfaatkan serta mengimin-imingi masyarakat untuk dibayarkan semua objek tanahnya namun pada kenyataannya masih banyak yang belum terbayar hingga saat sekarang. Jelasnya. (PR/One)

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button