Komite Investigasi Negara Republik Indonesia KIN-RI Ajak Pesilat Pagar Nusa Pahami Advokasi Dan Hukum

SRAGEN, beritakin.com | Guna membekali Anggota Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa terkait hukum dan advokasi, Bidang Hukum dan Advokat Pengurus Cabang Pagar Nusa Kabupaten Sragen menggelar Workshop Advokasi, Hukum dan Wawasan kebangsaan di Kantor PCNU Kabupaten Sragen, Minggu 20/03/2022

Anggit purnomo Adhy.S.H.S.Kom Selaku Deputi IV Bidang kebijakan publik dan masyarakat KIN-RI menjadi narasumber dalam acara Workshop tersebut. yang Tujuan utamanya yakni untuk memberikan wawasan kepada anggota pencak silat pagar Nusa tentang tatacara pendampingan hukum yang benar dan wawasan kebangsaan serta bela negara.

Ketua Pengurus Cabang Pagar Nusa (PCPN) Kabupaten Sragen Wardoyo mengungkapkan, peserta yang hadir bukan hanya anggota bidang hukum dan advokat saja. Namun juga terdapat delegasi dari pengurus Pasukan Inti (Pasti) dan pengurus PAC NU se-Kabupaten Sragen.

Anggit Purnomo Adhy. S.H.S.kom menambahkan, dengan adanya workshop ini, di harapkan dapat memahami empat hal seputar konsultasi dan advokasi hukum. Di antaranya peserta dapat memahami konsep dasar dan teori dalam hukum. Kemudian peserta dapat menguasai teknik-teknik dalam memberikan pelayanan hukum.

”Baik dalam bentuk penyuluhan atau konseling maupun perlindungan dan pendampingan hukum,” ujar Anggit.

Selanjutnya peserta dapat memahami proses pelayanan hukum dalam bentuk ligitasi maupun nonligitasi. Kemudian peserta dapat menganalisis permasalahan hukum atau aturan yang diterapkan pada tataran implementatif.

Sementara, Tanfidziyah PCNU Kabupaten Sragen Sriyanto saat membuka acara tersebut menegaskan workshop ini sangat penting dilakukan agar dapat menjadi bekal ketika peserta telah berada di PAC-nya masing-masing mampu memberi pendampingan hukum. Sriyanto juga mengapresiasi atas prestasi yang diraih oleh atlet-atlet Pagar Nusa Kabupaten Sragen dalam Kejurda ke VII yang dilaksanakan di Kabupaten Blora.

Pagar Nusa harus meniru tiga strategi dalam pergerakan KH. Idham Cholid yaitu kita harus mampu dan bisa mengukur akan kemampuan kita sendiri. Kita mampu bisa membaca akan peta kekuatan lawan dan kita mampu membaca skenario lawan,” tandasnya. (ONE/Erwin Efendi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here