Ketua KPK Harap Tahun Baru Islam Dijadikan Momentum Negara Lepas dari Korupsi

Jakarta – Di momen tahun baru Islam 1442 Hijriah ini, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) Firli Bahuri ikut menyuarakan harapannya agar bangsa dan negara bisa lepas dari bahaya korupsi.

“Semoga di Tahun Baru Islam 1442 Hijriah, Bangsa dan Negara kita dapat benar-benar hijrah, lepas, bebas dan merdeka dari laten korupsi dan perilaku koruprif, agar tujuan dan cita-cita bernegara dimana segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia terlindungi, majunya kesejahteraan umum dan meningkatnya kecerdasan kehidupan bangsa, benar-benar nyata dan dirasa merata oleh seluruh anak bangsa mulai dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote,” ujar Firli dalam keterangan persnya, Kamis (20/8/2020).

Menurutnya, Korupsi adalah contoh nyata perbuatan jahat, buruk dan tercela yang dilarang oleh-Nya. Bukan sekedar kejahatan merugikan keuangan negara dan perekonomian negara semata, melainkan kejahatan merampas hak-hak rakyat dan juga kejahatan terhadap kemanusiaan (corruption is a crime againts humanity), karena sangat destruktif pada setiap tatanan di segala aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Sudah banyak contoh negara-negara yang gagal dalam menjalankan kewajiban khususnya kepada rakyat, setelah korupsi menggrogoti, merusak dan meluluh lantakkan semua sistem dan setiap tatanan kehidupan di negara tersebut,” tambahnya.

Di samping itu, Firli menyebut umat Muslim dunia khususnya di Indonesia tengah merayakan Tahun Baru Islam 1442 Hijriah pada 1 Muharram.

Firli juga menuturkan, berbagai perayaan meriah menyambut 1 Muharram, seperti pawai obor massal yang selalu saya diikutinya semasa kecil hingga remaja di kampung halaman, tentu sudah tidak dapat dilakukan lagi karena masih mewabahnya pandemi Covid-19.

“Akan tetapi saya yakin, kondisi ini justru menjadi momentum kebangkitan semangat bagi umat untuk menjalankan nilai-nilai dari keutamaan Tahun Baru Islam, yang syarat dengan peristiwa penting di dalamnya,” katanya.

Selain itu menurutnya, hijrah Nabi Muhammad SAW dari Kota Mekkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi, adalah salah satu dari sekian banyak peristiwa penting yang banyak memberikan nilai-nilai tauladan bagi kehidupan manusia.

Hijrah secara bahasa bermakna berpindah dari sesuatu ke sesuatu yang lain atau menjauhi sesuatu. Dalam sejarah Islam, Nabi Muhammad SAW berhijrah atau pindah dari Mekkah ke Madinah demi menghindari kejahatan atau keburukan dari kaum Quraisy untuk memulai kehidupan baru.

Nabi juga pernah mengatakan, orang yang berhijrah adalah orang yang menjauhi apa yang dilarang Allah SWT, yakni perbuatan jahat, buruk dan tercela, kemudian beralih pada perbuatan baik dan mulia.

Hijrah dalam artian mengamalkan amar makruf nahi mungkar, mengajak dan menjalankan kebajikan serta menjauhi setiap larang-Nya.

“Ditambah 3 Strategi Pemberantasan Korupsi KPK yaitu pendekatan pendidikan sehingga tidak ada niat keinginan melakukan korupsi, pencegahan dengan tujuan perbaikan sistem sehingga tidak ada lagi kesempatan peluang melakukan korupsi dan dengan penindakan, akan membuat calon koruptor takut melakukan korupsi, Insya Allah menjadi solusi terbaik bagi bangsa ini untuk benar-benar lepas, bebas, dan bersih dari segala bentuk korupsi,” sebutnya. myz

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here