IPW Minta Polda Jambi Klarifikasi Video Viral Polisi Digebuki Polisi Anti Huru Hara

Jakarta – Terkait video viral dimana seorang perwira polisi sedang dipukuli sejumlah polisi Anti huru hara dlm aksi demo mahasiswa menolak UU Ciptaker di Jambi, baru-baru ini, Ind Police Watch (IPW) meminta Polda Jambi harus menjelaskan secara transparan kasus tersebut.

Ind Police Watch (IPW) menilai, Polri perlu mengklarifikasi peristiwa ini. Sebab bagaimana pun peristiwa ini sebuah peristiwa yang sangat memalukan bagi Polda Jambi dan sekaligus menggambarkan betapa buruknya koordinasi Polda Jambi dalan menangani aksi demo mahasiswa menolak UU Ciptaker.

Neta S Pane, Ketua Presidium Ind Police Watch mengatakan, akibat buruknya kordinasi ini di lokasi demo, yang terjadi justru aksi baku hantam sesama polisi. Bukan hanya itu publik juga melihat dengan jelas, seorang polisi Anti huru hara jatuh terjengkang setelah ditendang polisi berpakaian preman.

“Jika dilihat dari kronologinya, perwira polisi itu menyusup ke barisan mahasiswa yang sedang berdemo. Dia memakai jaket mahasiswa. Saat terjadi kericuhan sejumlah polisi berpakaian preman terlihat menangkapnya dan lalu memitingnya serta sebagian memukulinya. Bahkan ada pula sejumlah pasukan anti huru hara ikut memukulinya. Akibatnya polisi yang menyusup itu babak belur.

Melihat hal ini, teman-teman polisi yang menyusup itu yang juga polisi berpakaian preman langsung berdatangan untuk menyelamatkan perwira yang menyusup tersebut.

Akhirnya baku hantam sesama polisi di tengah aksi demo pun tak terhindarkan. Neta mengatakan, bagaimana pun peristiwa ini tidak hanya memalukan Polda Jambi, tapi juga memalukan institusi kepolisian.

“Di TKP para demonstran menertawakan peristiwa ini. Begitu juga di medsos banyak yang menertawakan peristiwa ini,” tutur Neta.

Menurutnya, kasus baku hantam antar polisi di tengah aksi demo mahasiswa ini terjadi akibat tidak adanya koordinasi yang baik sesama aparatur kepolisian di lapangan.

Selain itu, tambahnya, tidak ada petugas yang mengawal perwira penyusup, sehingga ketika ditangkap polisi yang lain, tidak ada yang menjelaskan bahwa oknum tersebut sedang melakukan penyusupan.

Akibatnya, kata Neta, oknum tersebut babak belur dipukuli dan terjadi baku hantam antar polisi. Aksi penyusupan adalah hal biasa dalam strategi kepolisian untuk melakukan cipta kondisi, terutama dalam mengatasi aksi demo. Namun jika aksi penyusupan itu tidak terkoordinasi dengan baik, kekonyolan yang memalukan pun akan terjadi.

“Bukan hanya si penyusup yang babak belur tapi sesama polisi bisa baku hantam di TKP, seperti di Jambi,” terangnya.

Menurut Neta, kasus ini harus menjadi pelajaran bagi Polri. Jika tidak, mahasiswa yang demo akan kembali disuguhkan pertunjukan sesama polisi baku hantam di lokasi demonstrasi. myz

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here