Ingin Wujudkan Impian, Amrizal Nuril Abdi Ikuti Masterchef Indonesia Season 10

Jakarta, Beritakin | Era kini dunia masak memasak tak lagi hanya digeluti kaum hawa. Tak sedikit lelaki yang punya impian menjadi seorang chef handal dan terkenal. Inilah yang berlaku pada Amrizal Nuril Abdi, finalis season 10 ajang lomba meramu masakan, Masterchef Indonesia (MCI).

Mengenal dunia masak dari sang ibu, lelaki yang akrab disapa Abdi MCI 10 ini mengaku sejak usia dini telah mengenal masakan lantaran kerap memperhatikan ibunya memasak di dapur. Diakuinya, di usia itu ia sudah bisa memasak sayur dan sambal.

“Saya mengenal dunia masak dari kelas tiga SD di mana saya sering melihat ibu memasak. Sampai akhirnya di umur segitu saya sudah bisa bikin sambal, sayur bening, sayur sop dan sambal terong. Saya jadi ketagihan untuk selalu memasak, sampai-sampai saya bisa memasak masakan Nusantara dari resep-resep yang diajarkan ibu saya,” ujar Abdi MCI 10 kepada awak media, baru-baru ini, di Jakarta.

Lelaki kelahiran Malang, 2 Mei 1992 ini menyebut keahliannya memasak terinspirasi dari sang ibu. Mengaku terlahir dari keluarga yang kurang berada, Abdi MCI 10 berharap dengan mengikuti ajang MCI dirinya bisa sukses dalam kariernya sebagai chef dan menjadi terkenal. Ia menyadari, perjuangannya dalam hidup yang penuh liku, hingga kini telah mengantarnya menjadi finalis ajang MCI season 10 tidaklah mudah.

“Saya terlahir dari keluarga yang sangat susah. Ayah saya awalnya pekerja serabutan, ibu saya ibu rumah tangga. Hidup kami setiap hari hanya cukup untuk makan, bahkan yang saya ingat di waktu kecil, saya punya baju kaos partai, dan itulah baju yang lebih sering saya pakai setiap hari,” kenang Abdi MCI 10.

Abdi MCI 10

Abdi MCI 10 bercerita, kelas empat SD ia dipindahkan dari Malang ke Pasuruan. Di Pasuruan, kelas lima SD menuju ke kelas enam saya ngamen dan saya mulai membuat camilan kecil seperti cilok, martabak, batagor untuk dijual di rumah sakit. Jadi setiap sore jualan di rumah sakit dan malamnya saya ngamen di Alun Alun. Tengah malam saya tidur di Alunalun dan jam 2 malam saya lanjut ngamen di pasar tradisional. Di kota Pasuruan semua itu saya lakukan sampai saya kelas dua SMP,” ungkap Abdi.

Namun, keadaan ekonomi keluarganya mulai membaik sejak ayahnya memiliki pekerjaan sebagai Pedekorasi Penganten. “Tapi karena saya sudah nyaman dengan apa yang saya lakukan, supaya saya bisa dapat uang saya tetap melakukan pekerjaan seperti membuat dagangan dan saya bawa di sekolah. Itu saya lakukan sampai kelas dua SMK,” tuturnya.

“Kehidupan mulai membaik sampai saya lulus sekolah. Saya mulai berwirausaha, orangtua menginginkan saya untuk menjadi pegawai tapi saya tidak mau sampai pada akhirnya saya mulai perjualan di pinggir jalan dengan modal seadanya. Hasil saya mengumpulkan uang, saya berangkat merantau ke Bali untuk mau mencari rejeki lebih, namun gagal dan akhirnya pulang dengan tidak mempunyai hasil apa-apa. Saya mulai membuat usaha di pinggir jalan dengan nama Cikar Cilok Bakar, lalu berubah nama menjadi Jajan Mercon, sampai dikenal banyak orang,” tambahnya lagi.

Jajan mercon mulai viral, ia berjualan di pinggir jalan dengan omzet awal seratus ribu untuk versi perhari hingga sampai dua jutaan perhari. Dari itu ia mulai mengumpulkan uang dan.memutuskan untuk menikah. Seusai menikah ia mulai mengembangkan usaha. “Alhamdullilah dengan Jajan Mercon saya bisa membuka ruko atau menyewa ruko besar, sampai saya bisa merasakan omzet dari ratusan sampai jutaan rupiah,” sebut Abdi MCI 10.

Meski begitu, lantaran tak baik dalam hal pengelolaan usaha, terutama memanejemen usahanya, akhirnya bubar juga. Ia pun mulai kembali mencari masakan yang bisa viral. Abdi MCI 10 mencoba ikut Andil di proyek beberapa brand yang dimiliki artis Tanah Air. “Saya nggak bisa sebutkan karena itu adalah brand yang mencakup nama artis. Saya adalah orang di belakangnya untuk membuat resep, menu dan segala macamnya,” aku Abdi MCI 10.

Abdi MCI 10

Di bulan November, Abdi pun memutuskan untuk mengikuti ajang masterchef karena ingin mewujudkan impian almarhumah ibunya. “Karena itu adalah sebuah impian yang belum bisa saya wujudkan sampai beliau meninggal dunia. Ibu saya adalah orang yang suka banget menonton acara televisi ini, dan beliau adalah orang yang sangat berharga dalam kehidupan saya sampai pada akhirnya saya ikut audisi Masterchef dan alhamdulillah lolos,” ucapnya.

Suami dari Dina Indriyani dan ayah dari satu anak usia 9 tahun bernama Damar Abdi Shagal ini pun berharap, semoga perjalanan kariernya yang penuh liku ini bisa berbuah manis, selalu berjalan lancar dan bisa sukses ke depannya.

“Semoga berkah dan impian-impian saya yang belum tercapai bisa tercapai lewat saya mengikuti acara MasterChef Indonesia season 10 ini,” pungkas Abdi MCI 10. red

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button