Ditengah Pandemi Masyarakat Diharapkan Mampu Memanfaatkan Internet Untuk Hal Positif

Jakarta – Masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan secara maksimal teknologi informasi secara positif dan bijak. Pasalnya sambungan internet yang tersedia saat ini, selain merupakan sumber daya alam (SDA) terbatas dan juga mahal.

Demikian disampaikan Akademisi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, DR. Ismail Cawidu dalam Webinar Seri Forum Diskusi Publik dengan tema “Pemanfaatan Internet Sebagai Media Bisnis dan Edukasi Saat Pandemi” yang diselenggarakan Kominfo RI bekerja sama dengan Komisi I DPR RI,  Selasa (13/7).

smail mengatakan, teknologi informasi dan komunikasi merupakan hal yang sangat dinamis oleh karenanya harus terus belajar memanfaatkan TIK tersebut untuk pengetahuan sekaligus berbisnis dalam meningkatkan kesejahteraan.

“Banyak hal positif yang dapat dikembangkan apakah untuk edukasi maupun bisnis. Dalam edukasi misalnya dosen, mahasiswa dapat memanfaatkan untuk perkuliahan dan lain sebagainya. Kemudian untuk bisnis banyak inisiatif usaha yang dipelajari dari internet. Jadi jangan sia-siakan kesempatan ini seperti hanya untuk chating semata, ” ujarnya.

Dalam bidang edukasi masih menurut Ismail, penggunaan internet mencapai angka 50 persen lebih. Namun dalam ekonomi, harus terus didorong karena masih belum maksimal pemanfaatannya dimana hanya 16,83 persen yang melakukan penjualan online. Selebihnya sekitar 45,14 persen hanya mencari harga barang.

Ismail juga menjelaskan bahwa teknologi informasi untuk berbagai keperluan tidak bisa dilakukan tanpa adanya infrastruktur.

Untuk itu, Kominfo telah menyiapkan hal tersebut dengan banyak membangun infrastruktur teknologi di berbagai wilayah.

Pemerintah tambah Ismail, tidak hanya membangun infrastruktur telekomunikasi, tapi juga infrastruktur penyiaran. Setelah membangun infrastruktur, Kominfo juga diberikan tugas untuk menyiapkan warganya agar memahami teknologi informasi.

“Pengalaman saya saat masih di Kominfo mendampingi Menteri melihat langsung bagaimana pemasangan kabel internet dibawah laut, sangat luar biasa ribetnya. Inilah artinya infrastruktur telah disiapkan tinggal masyarakat memanfaatkannya secara maskimal untuk kesejahteraan,” tegasnya.

Steve Ricels Mara, Tokoh Muda Indonesia asal Papua menyampaikan pembangunan infrastruktur teknologi informasi terus diupayakan pemerintah agar lebih baik dan memadai. Selain itu, SDM juga telah disiapkan dalam menunjang hal itu di daerah 3T.

Papua, kata Steve yang sebelumnya tidak terjangkau jaringan internet, saat ini sudah dapat menikmati jaringan internet.

“Banyak ide positif dan negatif yang dikembangkan melalui internet, tinggal bagaimana anak-anak muda apakah diarahkan untuk hal positif atau sebaliknya,” ujar Steve.

Steve menegaskan sebagai generasi muda dituntut kritis, kreatif dan fleksibel menghadapai perkembangan ke depan dalam mendukung ke arah yang lebih baik. Mau tidak mau bahwa perubahan itu akan datang, sejauhmana kesiapan anak muda Indonesia mampu bersaing dengan negara lain, terutama di tengah pandemi saat ini.

“Dengan memanfaatkan teknologi informasi ke hal yang positif apakah dibidang edukasi atau bisnis tentu akan menjadi peluang yang lebih baik,” ujarnya.

Anggota Komisi I DPR RI, Yan Permanes Mandenas menyampaikan, pemanfaatan internet untuk kegiatan bisnis dan edukasi diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui hal positif.

Menurut Yan, Komisi I DPR, dengan tiga komitmennya yakni menciptakan ekosistem digital yang memadai, kemudian pembangunan infrastrukturnya dengan bekerjasama dengan mitra Komisi I.

“Hal ini diharapkan bahwa pembangunan infrastruktur digital dapat merata yang tentunya dapat mendorong pelaku-pelaku UMKM ditengah pandemi Covid-19 yang dapat diakses melalui internet,” tandasnya. asa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here