Dampak Covid-19 Bagi Perekonomian Nasional

Jakarta – Kita Semua sudah mengetahui bahwasanya Pandemi Covid-19 itu telah ditetapkan sebagai bencana Non alam, dan memberikan dampak serta gejolak yang luar biasa, di bidang perekonomian nasional, daerah, kelompok, dan individu.

Demikian diungkapkan Saiful SH, Pengamat Kebijakan Publik dan Pelaku Bisnis, sebagai narasumber dalam talkshow bertajuk “Ngobrol Bareng Live” yang mengusung tema “Dampak Covid-19 Bagi Perekonomian Negara”, di Radio Muara Jakarta, bersama bintang tamu artis Yulia Citra, Rabu (3/2/2021).

Menurut Saiful SH, setidaknya pandemi Covid-19 memberikan 3 dampak besar, yakni

Dampak yang pertama adalah melemahnya Konsumsi Rumah tangga atau melemahnya daya beli. Ekonomi itu akan naik apabila daya serap atau daya belinya tinggi.

Pasar yang sukses dalam menciptakan regulasi itu adalah pasar yang mampu menciptakan daya beli yang tinggi. Karena Regulasi Daya beli itu memberikan pengaruh sekitar 60% terhadap naiknya sebuah ekonomi.

“Saat ini daya beli di negara kita secara nasional karena adanya Covid-19 yang berkepanjangan sampai sekarang ya pasti menurun. Semua di BPS datanya ada dari kuartal 1, sampai kuartal 3, dan lain-lain. Contoh yg paling mendasar tentang daya beli yang menurun ya banyak sekali, mulai dari ekonomi bawah, menengah, dan ke atas itu semua sama,” ujar Saiful SH, atau yang akrab disapa Bejo ini.

Dampak kedua adalah bahwa pandemi Covid-19 ini menimbulkan adanya ketidakpastian, kapan akan berakhir. Sehingga di bidang investasi juga ikut melemah dan berimplikasi terhadap berhentinya sebuah usaha.

“Kita analisa teman-teman kita pelaku usaha di bidang warteg contohnya, transportasi, traveling, mungkin juga para dunia seniman, musisi, artis, dangdut, dan lain-lain. Sehingga hal seperti ini mengacu kepada pemberhentian beberapa karyawan alias PHK, dan sebagainya,” tambahnya.

Dampak yang ketiga adalah sebagaimana yang kita ketahui, yang terkena Pandemi Covid-19 ini bukan cuma Indonesia saja, tapi hampir negara negara di dunia.

Sehingga bisa diartikan dunia mengalami pelemahan ekonomi sehingga menyebabkan harga komoditas turun.

Tgl 22 sampai 23 februari 2020, G20 itu mengadakan meeting dan sepakat bekerjasama serta mewaspadai berbagai potensi resiko serta memiliki misi yang sama yaitu menerapkan Kebijakan yang efektif, berupa kebijakan struktural moneter, maupun fiskal, dan kebijakan percepatan ekonomi nasional di masing-masing negara yang terdampak pandemi Covid-19.

Berdasarkan data infografis secara global. Saat ini terjadi ketimpangan ekonomi gobal. Sehingga menimbulkan kesenjangan Sosial meningkat pada masa pandemi.

2,56 juta orang menganggur akibat pandemi, 1,77 juta orang sementara tidak bekerja, serengah buruh di negara yang ekonominya lemah hidup dalam kemiskinan. 3/4 buruh tidak memiliki akses jaminan sosial. Di sisi lain ada juga yang kaya semakin kaya, misalnya milarder seperti pendiri Amazon Jeff Bezos, dan lainnya.

Akibat pandemi ini Bank Dunia memprediksi lebih dari 100 juta orang jatuh dalam kemiskinan ekstrem. Lalu langkah langkah apa yang harus dilakukan?

1. Pemerintah telah melakukan tindakan cepat, program vaksinasi, ada program Pemulihan ekonomi nasional, BLT, bantuan modal usaha UKM/UMKM. Ini harus dimanfaatkan dengan baik dan benar.

Motivasi kita adalah adanya perkembangan teknologi yang sangat pesat sehingga mengubah tatanan perokonomian global menuju ekonomi dan keuangan digital. Artinya kita harus beradaptasi dan terus berkarya. Tapi kan tidak cuma beradaptasi saja.

Kita coba analisa kebijakan pemerintah kita udah sangat tepat sekali, yaitu:

A. Kebijakan dalam stumulus perekonomian melalui pemanfaatan teknologi.

B. Penguatan, pengaturan dan pengawasan sektor keuangan, serta pengembangan pasar modal domestik (Menciptakan pasar yang produktif). Hal ini sangat diprioritaskan oleh Presiden.

C. Penerapan agenda reformasi sektor keuangan dan pemanfaatan teknologi.

D. Pemerintah harus menggandeng swasta untuk Pendidikan, disertai bimbingan kepada para pelaku usaha Tentang UMKM/UKM. Pemanfaatan teknologi tentang bagaimana menciptakan pasar domestik yang produktif. Menciptakan produk-produk di daerah masing masing. Home industri serta di bidang digitalisasi market.

“Seburuk apapun situasi saat ini kita seluruh rakyat Indonesia harus mampu bertahan dengan berkarya, dan beradaptasi. Sehingga kita semua mampu menciptakan pasar dalam bidang apapun.

Selain itu, pandemi tentunya juga ikut melanda sektor hiburan dan lifestyle, baik itu perfilman, musik, pariwisata, dan lainnya. Sebagai contoh dunia hiburan Tanah Air sangat terdampak pandemi. Tak heran jika sektor ini berpengaruh terhadap pendapatan para artisnya.

Yulia Citra sebagai artis dan penyanyi Tanah Air, dalam kesempatan talkshow tersebut mengaku dunia hiburan memang memprihatinkan akibat pandemi, termasuk dunia panggung musik yang biasa dilakoninya.

“Semua sektor termasuk dunia hiburan sangat terdampak. Termasuk dunia musik seperti yang saya jalani. Panggung musik sepi dan ini memprihatinkan. Makanya banyak rekan-rekan artis yang mulai berbisnis. Termasuk juga saya akhirnya ikut usaha bisnis karena job panggung sepi,” tandas Yulia Citra. myz

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here